Monday, September 12, 2011

Memecah Masalah dengan Ibadah


Rewritten by; Hari “Abu Afra” Iswanto Bin Darto Wiyono

          Setiap makhluk hidup pasti memiliki masalah. Kalau tidak ada masalah justru tidak hidup namanya. Meski kadar dan bentuk masalah tiap orang tidak sama, tapi sudah pasti setiap yang bernafas akan kebagian jatah masalah. Jadi tidak usah mencari masalah karena semuanya insyallah sudah ada jatahnya masing-masing.
Nah, meski demikian, yang membuat tiap orang berbeda adalah cara pandangnya terhadap masalah, serta cara masing-masing individu dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi tersebut.

Cara Pandang mengenai Masalah
Bicara mengenai paradigma alias cara pandang, kita mau tidak mau akan sekaligus membahas mengenai sikap seseorang terhadap suatu hal, karena memang cara pandang akan sangat menentukan bagaimana seseorang bersikap.
Seperti ada orang yang memandang masalah sebagai sesuatu yang negative dan buruk. Itu berarti ia akan menyikapi masalah sebagai sesuatu yang harus dilenyapkan, atau minimal dihindari. Bisa jadi orang seperti ini menganggap masalah sebagai dosa atau kesalahan atau sesuatu yang tidak seharusnya ada, bahkan sesuatu yang patut dibenci.
Akan tetapi ada juga orang yang memandang masalah sebagai sesuatu yang positif, artinya ia menyikapi masalah bukan sebagai sesuatu yang musti dihindari, melainkan sebagai sarana pembelajaran, ia sadar bahwa masalah dapat menjadikan dirinya lebih baik atau lebih kuat dari sebelumnya.
Jadi bukankah dua cara pandang dan dua sikap terhadap masalah ini terlihat sangat bertolak belakang? Lalu yang mana yang betul?
Sebenarnya jika sudah membicarakan cara pandang dan sikap, kita bukan lagi bicara mengenai betul atau salah, melainkan bicara mengenai pilihan. Mana cara pandang yang menjadi pilihan kita? Karena pilihan sikap ini pada akhirnya akan berdampak pada cara kita menangani masalah tersebut.

Thursday, March 10, 2011

Perindu Surga



Agar dapat Melihat Syurga

by Tazkiah an Nafs on Thursday, December 16, 2010 at 10:30pm
Seorang anak dengan gayanya yang lugu bertanya kepada ibunya, “bu, apa itu cinta?”. Cinta ada adalah kemurnian jiwa, kesejukan bathin dari kenikmatan memberi dan kerelaan berkorban, jawab sang ibu. “Karena itukah banyak orang mengagungkan cinta?” tanya sang anak lagi. Dengan sabar dan penuh cinta ibunya menerangkan, bahwa keagungan cinta hanya berada pada cinta Sang Agung, Si pencipta cinta itu sendiri. Dan jika ada yang mengagungkan cinta diatas segalanya, sebenarnya ia tidaklah tengah mengagungkan cinta melainkan perasaan dan nafsunya yang tengah bergumul sehingga meluap menjadi nafsu berbaju cinta. Padahal jika mau membuka tabir sebenarnya, tentu mereka akan sadar kalau tengah terombang-ambing oleh arah cinta yang salah. “ini wajar nak, karena kebanyakan manusia hanya sebatas menggunakan mata kepala dan mengabaikan mata bathinnya, sehingga ia lupa bahwa cinta bersemayam dan bergetar-getar dihati, bukan di kepala, apalagi dimata.

Thursday, December 16, 2010

Berkumpul dengan Keluarga di Surga

Indahnya ke syurga...
Ada penggalan do’a yg nyaris tak pernah kita lewatkan setiap usai sholat. "Robbana hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun.", "Ya Rabb, karuniakan kami dengan menjadikan istri serta anak kami penyejuk mata."



Potongan munajat yg diambil dari surat Al-Furqon ayat 72 ini, setidaknya merupakan cermin, kita sangat ingin memperoleh keturunan yg baik. Seorang penjahat, pelaku kriminal, pezina, penipu, siapapun, pasti ingin anak keturunannya menjadi orang baik-baik. Itu suara nurani.


Saudaraku,
Harapan memiliki keluarga dan keturunan yg shalih makin kuat. Terutama dengan tantangan zaman yg semakin keras menerpa nilai moral dan agama."Anak2mu bukanlah anakmu, tapi mereka adalah anak zamannya," begitulah

Monday, December 13, 2010

Surat Kiriman dari Janin Bayi yang Diaborsi


by Aidil HeryanaDua on Sunday, December 5, 2010 at 8:13pm


Bundaku tersayang...

Dear Bunda...

Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja...nanda juga di sini baik-baik saja bunda... Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda.... 

Bunda..., ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya sesaat...

Saturday, December 4, 2010

Pancaran Pribadi Bersih hati

Pancaran Pribadi Bersih hati
Bismillahirrahmaanirrahiim: 
Maha Suci Allah, Dzat yang menguasai segala-galanya dengan Maha Cermat dan Sempurna. Dzat yang Maha Tahu apa pun yang kita lakukan, tidak hanya lirikan mata, tapi juga niat di balik setiap lirikan mata. Tidak hanya kata yang terucap, namun juga niat di balik setiap patah kata.

Berbahagialah bagi orang-orang yang selalu menyadari bahwa Allah Maha Menatap, Maha Mendengar, dan Maha Menilai segala apa yang kita lakukan. Sebab pastilah tidak ada yang luput dari genggaman-Nya, walau setitik noktah pun. Pastilah pula Allah akan memberikan ganjaran yang setimpal dan balasan (siksa) yang setimpal pula dari setiap yang kita lakukan.



Yamaha Byson 2011

Yamaha Byson Sobat muda penunggang kuda besi tentu tidak asing dengan motor street fighter atau naked bike. Street fighter m...